Cerita Sukses MASTIMON sampai jadi Penulis Blog

Yo Yo bersua lagi di laman kita akan melakukan pembahasan "Cerita Sukses MASTIMON sampai jadi Penulis Blog" secara tuntas, ayo simak selengkapnya ...
Saya adalah anak ke dua dari tiga bersaudara. Saya tumbuh besar bukan dari keluarga berada ataupun keluarga miskin tetapi aku tumbuh dalam keluarga cukup memberi makna akan Kehidupan. Ada banyak kasus dalam alam ini yang terkadang sulit buat boleh kita pecahkan. Terlebih lagi kita sebagai anak Tuhan yang selalu mengaduh dengan mengeluh.
Bapak adalah bodi yang aku kagumi saat ini, dengan pembawaan yang cukup kalem dengan tak banyak bicara tetapi mengarahkan kami akan arti hidup. Satu pesan yang selalu aku inggat dengan itu menjadi Pegangan Hidup aku adalah Jangan Mengeluh dengan selalu menggantungkan Tuhan dalam kehidupan. Anak Tuhan harus tetap bangkit dengan non encer pasrah dengan loyo.
Mulai dari dingklik SLTP cukup dengan SMU aku selalu berpisah dengan kedua anak Adam tua atas harus menjalani Pendidikan di luar daerah. Jauh dari mereka bukanlah hal encer atas banyak tantangan yang harus di hadapi. Tidak sedikit anak anak yang tak bangkit dengan memilih mundur buat tak melanjutkan pendidikan mereka.
Selama tiga tahun di tingkat SMU aku bertekad buat menanggulangi Pendidikan kendatipun harus jadi anak angkat dalam sebentuk keluarga. Pagi musim aku harus beraksi ala keluarga tersebut dari cucian cukup dengan membantu tukang dalam membangun rumah. Ada banyak pelajaran yang aku dapatkan dari dari Kesabarah cukup Ketahanan dalam menghadapi beban hidup.
Yang sedia dalam akal aku saat itu adalah bertekad buat boleh menanggulangi Pendidikan SMU dengan bisa memetik Kuliah supaya boleh beraksi dengan menyenangkan anak Adam tua. Bukan perkara yang encer atas biaya yang aku butuhkan harus aku cari sendiri. Jika harus memilih mungkin saudara lebih memilih putus sekolah dengan mencari Pekerjaan.
Komitmen yang tinggi buat berhasil
Komitmen dengan kesungguhan hati aku buat berhasil semakin tinggi ditambah lagi ucapan dari Orang Tua yang selalu berkata non mengeluh. Sampai akhirnya aku boleh menanggulangi Pendidikan D3 Manajemen Informatika di sebentuk Kampus Samarinda. Ada banyak ilmu dengan pengetahuan yang aku dapatkan disana kendatipun harus melawan menanggung malas.
Saat dikau pernah beraksi aman berpikiran "Ngapai sekolah lagi !!!" itulah pemikiran sebagian anak Adam yang pernah merasa adem dengan posisinya. Kekuatan, Doa dengan motivasi dari Orang Tua adalah semangat aku yang cukup luar biasa. Sampai ala akhirnya aku memiliki Posisi Penting dalam sebentuk Perusahaan dengan memiliki Gaji yang cukup besar.
Jika aku berfikir akan bayaran aku ala saat itu pernah aman cukup saat ini aku lagi beraksi ala Perusahaan tersebut. Bukan akan Gaji tetapi bagaimana aku bisa membangun karakter kepribadian aku buat lebih maju dengan berhasil. Menggunakan masa muda (Masa Produktif) buat mencapai kemakbulan maksimal yang diharapkan.
Memiliki Usaha sendiri di Rumah
Setiap anak Adam memiliki kasus dalam mengelola usahanya. Sama saat aku lagi dalam alam Pendidikan, ala saat aku bokoh maka aku yakin mungkin pendidikan SD saja tak bisa aku selesaikan. Dan upaya Percetakan Undangan yang aku bangun ini pernah berjalan selama 10 Tahun dengan cukup saat ini lagi aku tekunin kendatipun terkadang sepi dengan konsumen.
Memiliki upaya sendiri dengan mandiri di masa muda adalah perasaan cita yang aku harapkan terjadi ala tahun 2011. Bukan hal yang encer selama 7 tahun aku mencari kesempatan itu dengan terus berjuang kendatipun menghadapinya dengan cara beraksi di sebentuk Perusahaan. Pagi kerja di Perusahaan dengan malamnya aku harus lembur Cetak Undangan.
Sejak tahun 2010 saat aku lulus Pendidikan Komputer di sebentuk Universitas aku pernah memahami alam Internet. Mulai pabrikasi Blog cukup Pengelolaan Halaman Facebook (Fanspage Facebook). Hasil yang aku dapatkan dari Blog dengan Facebook tidaklah banyak atas belum memahami secara mendetail. Itupun tetap aku buat atas Hobby.
Di pertengahan tahun 2016 aku kaget dengan seseorang teman yang lebih dulu Resign ataupun berhenti dari Perusahaan Tambang Batu Bara. Dia berhasil membuat situs seperti Buka Lapak dengan pernah memiliki pemasukan dari Adsense. Saat pertamakali bertemu Dia tak paham akan Blog dengan itu aku Perkenalkan dengan aku ajarkan ilmu yang aku punya dengan senang hati.
Pada akhir tahun 2016 dari aku membangun Blog mastimon.com dengan memiliki motivasi yang tinggi buat berhasil. Tidak membutuhkan waktu yang lama buat aku mendapatkan Gaji dari Google Adsense atas ala bulan Maret 2017 itu adalah Gaji aku yang Pertama. Ketekunan aku mencatat ternyata membuahkan hasil dengan itu aku buat bukan dengan mudah.
Pilih mana Menulis ataupun Tidur ???
Sejak memahami Google Adsense aku pernah menyakini bahwa ini adalah jalannya Tuhan buat kehidupan keluarga saya. Penghasilan yang aku dapatkan semakin membesar dengan ala akhirnya ala awal Mei 2017 aku memberanikan diri buat Keluar dari Perusahaan. Walaupun saat itu Gaji di Perusahaan cukup besar dengan cukup berat buat melepaskannya.
Ada terbayang di akal aku "Saat masa Produktif mengapa tak aku gunakan buat kemajuan Usaha aku sendiri, mengapa pemikiran ini aku berikan terus ke Perusahaan anak Adam lain". Pemikiran inilah yang memotivasi aku buat giat mencatat di Blog dengan mendapatkan penghasilan. Menulis bukanlah hal yang encer atas menguras waktu, akal dengan tenaga.
Musuh terberat para penulis Blogger adalah menanggung malas. Jika dikau disuruh memilih antara membuat Tulisan dengan Tidur, barang apa yang akan dikau membeda-bedakan ?. Kebanyakan anak Adam akan memilih buat tidur ataupun santai pirsa Televisi. Inilah pemikiran yang menjatuhkan dikau sendiri atas kemakbulan bukanlah sesuatu yang instan. Hari ini mencatat besok pernah Gajian (itu adalah pemikiran yang dangkal).
Kepribadian yang tak encer mengeluh
Pembentukan karakter dimulai aku lagi kecil oleh Orang Tua ternyata membawa dampak besar buat kehidupan saya. Dalam keluarga kecil aku selalu aku tanamkan buat tetap semangat dengan non encer mengeluh. Istri dengan anak pernah mengerti barang apa yang aku beri kendatipun terkadang kedagingan ini muncul dengan pernah buat dibendung.
Dengan dasar kekuatan, semagat dengan komitmen inilah keluarga kami jauh dari kata aduuhhh, ahhhh, ya sudahlah... akan barang apa lagi... akan gimana lagi... Semua anak Adam memiliki masalah tetapi saat dasar dikau bangkit maka kasus sebesar apapun akan encer diselesaikan. Bukan kadar ataupun anak Adam lain yang mengubah dikau tetapi dikau sendirilah yang bisa mengubahnya.
Mengandalkan Tuhan dalam setiap Persoalan
Saya adalah seseorang yang suka memotivasi anak Adam lain buat berhasil. Walaupun terkadang semua yang aku beri terlihat sombong. Saat di Gereja aku sering bersaksi akan Pertolongan Tuhan dalam kehidupan keluarga terutama Berkat yang aku terima. Tetapi atas sedia yang berangapan bahwa itu bukan motivasi tetapi hal berlebihan dengan kasihan dengan anak Adam lain yang tak punya.
Jika dikau memiliki Tuhan yang luar biasa mengapa harus kendor dengan mengeluh. Bersaksi bukan yang soal Penyakit ataupun Penyertaan Tuhan tetapi berkat yang kita terima juga merupakan pemberian Tuhan. Semakin dikau Tekun dalam beraksi maka Tuhan akan memberikan lebih lagi tetapi jika dikau pemalas maka cukup cukup disitulah Tuhan berikan.
Jangan sekadar taunya Berdoa dengan Minta sama Tuhan tetapi malas buat bekerja, encer mengaduh dengan encer emosi. Manusia tak lepas dari Perekonomian atas di saat dikau terpuruk dengan tak punya uang maka di saat itulah dikau akan encer jatuh. Di dalam keluarga akan encer terjadi percikan emosi yang mengakibatkan pertengkaran atas uang.
Saya bukanlah anak Adam yang selalu memiliki uang banyak tetapi aku yakin Tuhan pernah sediakan semuanya itu asal kita tak malas beraksi dengan selalu menggantungkan Tuhan. Jangan suka menyalahkan anak Adam lain juga terlebih lagi dikau tak bisa mengkoreksi diri sendiri apakah pernah baik di hadapan Tuhan ataupun tidak. Ini cukup berat atas bukan sekadar Jemaat, seorang Pendetapun bisa jatuh.
Berkat yang Luar Biasa buat Keluarga Saya
Tidak suah terpikirkan oleh aku buat bisa memiliki upaya sendiri di rumah, berkumpul bersama keluarga setiap musim dengan bisa ikut dalam Pelayanan Gereja setiap saat. Jika dulu saat aku lagi beraksi di Perusahan maka dari pagi hingga malam waktu aku habis di luar. Sekarang Puji Tuhan boleh beraksi dengan memiliki upaya sendiri di Rumah kendatipun lagi dalam tahap membangun.
Ada banyak yang melahirkan "Timon pernah enak ya di rumah saja kerjanya" tetapi tak tau Perjuangan aku cukup saat ini seperti apa. Semua aktivitas jika dikau tekuni dengan iman dengan penuh Perjuangan aman akan menghasilkan. Sebaliknya jika dikau encer mengaduh dengan malas buat berkembang maka Sang Penciptapun akan malas memberikan berkatnya buat anda.
Sama halnya di saat dikau dari belajar mengelola sebentuk Blog buat memanifestasikan Gaji dari Adsense dibutuhkan perjuangan yang berat. 10 anak Adam yang aku ajarkan akan blog sekadar 1 anak Adam yang mengerti dengan akan asyik menulis. Selebihnya mereka sekadar mengaduh atas Sibuk, Ngak Sempet, Ngak sedia Ide, Malas, dengan lagi banyak lagi alasan lainnya.
Bangunlah dengan motivasilah diri dikau buat berhasil. Ini adalah sebentuk pilihan bukan kadar yang dikau jalani atas pernah jelas Tuhan akan memberikan kepada anak Adam yang meminta dengan berusaha. Bagikan pengalaman dengan semangat dikau kepada saudara lainnya supaya boleh membangun Kepribadian yang bangkit dengan tak encer mengeluh, Amin.
Begitulah pembahasan "Cerita Sukses MASTIMON sampai jadi Penulis Blog" terimakasih atas kunjungannya
artikel ini ke dalam kategori blogging tutorial, bloggingpro wordpress theme,
artikel ini bersumber dari berbagai artikel yang ada di google searcing.
Komentar
Posting Komentar